biru langit bebaur dengan samudera
menghilangkan awan-awan putih dilangit
samudera tetap biru mengarak awan putih
mencampuri langit
mematai
melebur
membiru
Sunday, August 29, 2010
Wednesday, August 25, 2010
Monday, August 16, 2010
Wednesday, July 14, 2010
... ya biarkan saja
mengembalikan keberartian seorang sahabat untukku, membuatku berpikir lebih dalam dan lebih untuk beberapa waktu....
membiarkannya pergi walau takkan kembali.... ya biarkan saja
aku pun akan membiarkannya pergi dengan ketulusan yang pernah aku berikan.... tapi ya biarlah
aku tak akan menahanmu untuk pergi ... kalau ingin pergi ya pergi saja
tak akan ku katakan sepatah kataku untukmu kawan
tak akan ku berikan apapun padamu, kecuali ketulusan yang pernah ada , mungkin sekarang sudah musnah
tak akan kutitipkan apapun padamu ... jika ingin pergi.... ya pergi saja
luka, hanya milikku bukan milikmu
jadi kalau mau pergi... ya pergi saja....
kekecewaan juga hanya milikku bukan milikmu
jadi jangan pikirkan kecewaku karna maaf bukan obatnya
ya sudah biarkan saja ..... ya biarkan saja
membiarkannya pergi walau takkan kembali.... ya biarkan saja
aku pun akan membiarkannya pergi dengan ketulusan yang pernah aku berikan.... tapi ya biarlah
aku tak akan menahanmu untuk pergi ... kalau ingin pergi ya pergi saja
tak akan ku katakan sepatah kataku untukmu kawan
tak akan ku berikan apapun padamu, kecuali ketulusan yang pernah ada , mungkin sekarang sudah musnah
tak akan kutitipkan apapun padamu ... jika ingin pergi.... ya pergi saja
luka, hanya milikku bukan milikmu
jadi kalau mau pergi... ya pergi saja....
kekecewaan juga hanya milikku bukan milikmu
jadi jangan pikirkan kecewaku karna maaf bukan obatnya
ya sudah biarkan saja ..... ya biarkan saja
Thursday, July 01, 2010
Sunday, June 20, 2010
pusaran semesta
melewati senja dengan hati membeku
puing-puing kata terangkai dalam pusaran waktu yang juga membeku
bergerak dalam pusaran semesta
hentikan kebekuan hati
puing-puing kata terangkai dalam pusaran waktu yang juga membeku
bergerak dalam pusaran semesta
hentikan kebekuan hati
Wednesday, May 12, 2010
Berhenti Berbicara
Malam selalu menyinari hari-hariku dalam waktu yang berjalan dengan perlahan....tak terasa membawaku pada bintang kelegawaan. Setelah siang memaksa aku untuk berbicara...
Aku bicara tentang hari yang melelahkan
Aku bicara tentang energi hidup yang kian menipis pada ragaku
Aku bicara tentang ketulusan
Aku bicara tentang ketidakadilan yang terjadi
Aku bicara tentang kemarahanku yang memuncak
Aku bicara tentang keyakinan yang sulit untuk diselaraskan
Aku bicara tentang kerendahan hati untuk berhenti menyelaraskan keyakinan kita
Aku berhenti untuk berharap semua menjadi lebih baik padamu
Aku berhenti untuk berjuang untukmu
Sulit dan teramat sulit untuk memulai berhenti. tapi aku harus menghentikannya sekarang, mengakhirinya saat ini, tapi tidak di ruang yang lain.
Dalam kesenyapan malam Tuhan hanya berkata berhentilah bicara...
Jangan pernah menyerah akan semua yang akan kamu perjuangkan, ruang yang berbeda akan selalu menungguku untuk tetap berjuang dan berharap.
Malam semakin larut dan bintang kelegawaanku semakin bersinar mengisyaratkan semuanya akan menjadi lebih baik......
Aku bicara tentang hari yang melelahkan
Aku bicara tentang energi hidup yang kian menipis pada ragaku
Aku bicara tentang ketulusan
Aku bicara tentang ketidakadilan yang terjadi
Aku bicara tentang kemarahanku yang memuncak
Aku bicara tentang keyakinan yang sulit untuk diselaraskan
Aku bicara tentang kerendahan hati untuk berhenti menyelaraskan keyakinan kita
Aku berhenti untuk berharap semua menjadi lebih baik padamu
Aku berhenti untuk berjuang untukmu
Sulit dan teramat sulit untuk memulai berhenti. tapi aku harus menghentikannya sekarang, mengakhirinya saat ini, tapi tidak di ruang yang lain.
Dalam kesenyapan malam Tuhan hanya berkata berhentilah bicara...
Jangan pernah menyerah akan semua yang akan kamu perjuangkan, ruang yang berbeda akan selalu menungguku untuk tetap berjuang dan berharap.
Malam semakin larut dan bintang kelegawaanku semakin bersinar mengisyaratkan semuanya akan menjadi lebih baik......
Tuesday, April 20, 2010
simfoni semesta
jutaan partikel bergerak
bersenandung diantara elektron dan proton
berdendang disela-sela lintasannya
dalam keseimbangan semesta
bersenandung diantara elektron dan proton
berdendang disela-sela lintasannya
dalam keseimbangan semesta
Wednesday, March 31, 2010
menelusuri KRL
Beberapa waktu lalu kuputuskan untuk melakukan perjalanan kecil menuju Bogor, ceritanya sih dalam rangka memeriahkan ulang tahun sahabatku chang. Perjalanan dari Bandung ke Bogor menggunakan travel alhasil ini perjalanan ke bogor terlama yang pernah saya rasakan.. masa perjalanan Bandung-Bogor memakan waktu 7 jam (kayanya mending ke Pangandaran atau ke Yogya aja deh) .... tapi ya sudah nikmati saja....
Besok hari nya kita melakukan perjalan dari Bogor ke Jakarta dengan menggunakan kerata... sungguh menyenangkan dapat memfoto-foto KRL yang lenggang sekali ...
Langit biru dibawah lintasan KRL
Dari pintu masuk sampai interior didalamnya masih terlihat gerbong KRL China
Berasa naik KRL di China ... he he he
Friday, March 26, 2010
dihangatnya pelukan mu
disela-sela nafas kehidupan yang kau berikan
gemercik tetesan embun melepaskan dahaga dalam jiwa dan raga
kau berikan hidupmu untuk hidupku
kau berikan nafasmu untuk hidupku
dengan segenap rohmu
kau berikan hidup untukku
dengan segenap ragamu
kau buat ragaku untuk terus bertumbuh
dengan segenap jiwamu
kau berikan kebahagiaan untukku
(terimakasih Bumi telah memberikan ruang untukku untuk terus bertumbuh)
Wednesday, March 24, 2010
Monday, February 15, 2010
Wednesday, December 30, 2009
Mentari
Saat mentari pagi menyinari tepat relung hati
Kurasakan kegundahan yang tak kutahu berasal dari mana
Mungkin datang bersamaan dengan sinar mentari pagi
Atau mungkin datang lebih awal
Bersamaan embun yang menetesi dedaunan
Atau mungkin datang
Bersamaan cinta yang kurasakan
Atau mungkin datang
Bersamaan kebebasan yang membelengguku
Atau mungkin datang
Bersamaan kicau burung yang hinggap dipepohonan
Mentari pagi menyinari seluruh tubuhku
Kegundahan yang tak tahu berasal darimana
Masih setia menemaniku
Bersama tetesan embun yang mulai menguap oleh terik mentari
Bersama cinta dan kebebasan
Bersama paraunya kicauan burung yang mulai berterbangan
Mentari lelah menemaniku
Mentari lelah melihatku dalam kegundahan
Mentari menenggelamkan sinarnya disela-sela barat bumi
Meninggalkanku dalam kegundahan yang tak tahu kapan perginya
10 Juni 2003
Kurasakan kegundahan yang tak kutahu berasal dari mana
Mungkin datang bersamaan dengan sinar mentari pagi
Atau mungkin datang lebih awal
Bersamaan embun yang menetesi dedaunan
Atau mungkin datang
Bersamaan cinta yang kurasakan
Atau mungkin datang
Bersamaan kebebasan yang membelengguku
Atau mungkin datang
Bersamaan kicau burung yang hinggap dipepohonan
Mentari pagi menyinari seluruh tubuhku
Kegundahan yang tak tahu berasal darimana
Masih setia menemaniku
Bersama tetesan embun yang mulai menguap oleh terik mentari
Bersama cinta dan kebebasan
Bersama paraunya kicauan burung yang mulai berterbangan
Mentari lelah menemaniku
Mentari lelah melihatku dalam kegundahan
Mentari menenggelamkan sinarnya disela-sela barat bumi
Meninggalkanku dalam kegundahan yang tak tahu kapan perginya
10 Juni 2003
Butiran Air Hujan
Beberapa hari ini hujan tak kunjung berhenti. Demi pergerakan alam semesta, Matahari pun tetap menyinari bumi baik siang maupun malam,hujan atau pun tidak.
Dengan sinarnya dan secangkir teh hangat, kucoba untuk menghangatkan tubuh yang terus diterpa dinginnya udara ini. kuteguk air teh ini sambil kupandangi langit yang kadang terlihat hitam, kadang terlihat cerah. Langit berubah-ubah sesuai pergerakan awan yang membawa butiran air hujan.
Butiran air hujan membawakan pertanyaan dalam diriku. Apakan hujan hanya ada di bumi? Apakah semesta juga mengalami hujan seperti di bumi? Apakah planet lain memiliki air hujan yang menetes dari angkasa?
Mungkin saja air yang menetes dari angkasa hanya milik planet bumi? Dan apakah planet lain tak memilikinya? Apakah air hujan hanya dimiliki oleh planet yang berpenghuni?
Semakin lebat air yang menetes dari angkasa semakin berdesakan pula pertanyaanku tentang hujan dalam benakku. membiarkannya hanya akan membuat penuh otakku atau membuatnya menjadi beku karena dinginnya udara diluar...mmmm
Air terus turun dari angkasa membasahi pepohonan. Walaupun terus berdatangan dari angkasa, butiran air yang ada dibumi tak pernah menjadi penuh ataupun meluap, semua tetap berada pada titik keseimbangannya.
Dengan sinarnya dan secangkir teh hangat, kucoba untuk menghangatkan tubuh yang terus diterpa dinginnya udara ini. kuteguk air teh ini sambil kupandangi langit yang kadang terlihat hitam, kadang terlihat cerah. Langit berubah-ubah sesuai pergerakan awan yang membawa butiran air hujan.
Butiran air hujan membawakan pertanyaan dalam diriku. Apakan hujan hanya ada di bumi? Apakah semesta juga mengalami hujan seperti di bumi? Apakah planet lain memiliki air hujan yang menetes dari angkasa?
Mungkin saja air yang menetes dari angkasa hanya milik planet bumi? Dan apakah planet lain tak memilikinya? Apakah air hujan hanya dimiliki oleh planet yang berpenghuni?
Semakin lebat air yang menetes dari angkasa semakin berdesakan pula pertanyaanku tentang hujan dalam benakku. membiarkannya hanya akan membuat penuh otakku atau membuatnya menjadi beku karena dinginnya udara diluar...mmmm
Air terus turun dari angkasa membasahi pepohonan. Walaupun terus berdatangan dari angkasa, butiran air yang ada dibumi tak pernah menjadi penuh ataupun meluap, semua tetap berada pada titik keseimbangannya.
Saturday, December 26, 2009
Friday, December 04, 2009
Ke’ada’an dan ke’tidak ada’an memang datang silih berganti atau mungkin datang secara bersamaan. Kesadaran akan ke’ada’an dan ke’tidak ada’an pun dibangun dalam waktu demi waktu, tapi tetap saja merasa terguncang saat kita menjadi mahluk yang terpilih oleh Tuhan untuk menyaksikan malaikat kematian menjemput sahabat kita tercinta … Tuhan memilih kita bukan tanpa makna, bukan? (menurutku sih begitu … tapi memang begitu sepertinya)
Tidak hanya merasa sedih saat merasa kehilangan sahabat tercinta, tapi juga merasa kehilangan eksistensi dalam hidup. Betapa Tuhan memperlihatkan kekuasaanNya padaku saat kematian menjemput sahabat tercinta. Seperti tersadar dalam mimpi, dan aku memang tak pernah memiliki kekuasaan penuh untuk ‘Ada’.
Tidak hanya merasa sedih saat merasa kehilangan sahabat tercinta, tapi juga merasa kehilangan eksistensi dalam hidup. Betapa Tuhan memperlihatkan kekuasaanNya padaku saat kematian menjemput sahabat tercinta. Seperti tersadar dalam mimpi, dan aku memang tak pernah memiliki kekuasaan penuh untuk ‘Ada’.
Sunday, November 08, 2009
Saturday, November 07, 2009
kilau
Malam yang bertaburan bintang, membawa angin sejuk pada diri yang sedang bertengadah memandangi langit.
Kupandangi langit yang semakin ramai dengan hadirnya bintang-bintang. Satu bintang tampak seperti jatuh ... mmm kalau dipikir-pikir apakah memang jatuh ke bumi atau berterbangan kian kemari di alam semesta? Pergumulan kata-kata yang ada di kepala saling tumpang tindih tanpa tahu harus keluar seperti apa (seperti biasa selalu mentok di kepala heehhehe)
Diam sejenak lebih mengasyikkan....
Kupandangi langit malam yang kian pekat dan bertaburan bintang.... apakah masih ada, bintang yang aku pandangi ini? Atau mungkin memang sudah hilang bersama pergerakan alam semesta? dan aku tak pernah tahu... Tapi biarlah, setidaknya, saat ini, aku dapat memandanginya dan menikmati kilauan cahayanya...
Malam kian memekat dan matahari menunggu bumi tempatku berpijak untuk bergerak mengelilinginya... tapi bintang-bintang malam tak pernah lelah untuk memberikan kilauan cahayanya padaku...
Kupandangi langit yang semakin ramai dengan hadirnya bintang-bintang. Satu bintang tampak seperti jatuh ... mmm kalau dipikir-pikir apakah memang jatuh ke bumi atau berterbangan kian kemari di alam semesta? Pergumulan kata-kata yang ada di kepala saling tumpang tindih tanpa tahu harus keluar seperti apa (seperti biasa selalu mentok di kepala heehhehe)
Diam sejenak lebih mengasyikkan....
Kupandangi langit malam yang kian pekat dan bertaburan bintang.... apakah masih ada, bintang yang aku pandangi ini? Atau mungkin memang sudah hilang bersama pergerakan alam semesta? dan aku tak pernah tahu... Tapi biarlah, setidaknya, saat ini, aku dapat memandanginya dan menikmati kilauan cahayanya...
Malam kian memekat dan matahari menunggu bumi tempatku berpijak untuk bergerak mengelilinginya... tapi bintang-bintang malam tak pernah lelah untuk memberikan kilauan cahayanya padaku...
Subscribe to:
Posts (Atom)
